Rabu, 24 Mei 2017

TUGAS TERSTRUKTUR



TUGAS TERSTRUKTUR

1.      Buatlah video pendek berdurasi tiga menit secara berkelompok tentang percobaan kimia untuk jenjang         SMA ! 
2.      Buatlah alat peraga sederhana dengan memanfaatkan bahan bekas untuk kegiatan pembelajaran kimia jenjang SMP ! 

          Jawab :

1.   percobaan yang kami lakukan adalah  mengenai materi koloid dengan penggunaan bahan yakni berupa air,sabun cuci,dan minyak sayur. alat yang kami gunakan adalah gelas dan sendok. dimana pada percobaan ini kami mencoba mencampurkanminyak smdan sayur dimana kita ketahiu bahwa minyak dan air tidak dapat menyatu namun dengan penambahan sabun dengan minyak yang telah dimasukkan kedalam gelas yang berisi air. dilakukan proses pengadukkan dan ternyata minyak dan sabun dapat menyatu. hal ini merupakan contoh koloid dalam kehidupan sehari-hari.
 
link youtube yaitu : 

https://www.youtube.com/watch?v=GGm1EyqH_SQ&feature=youtu.be


2.      alat peraga yang kami gunakan yaitu dari bahan bekas seperti gelas plastik , tusuk gigi dan steriorom. dimana kami menjelaskan tentang hukum gay lussac.
                                                  
bisa dilihat penjelasan lebih lanjut di youtube  dengan link :

https://www.youtube.com/watch?v=lBF_xG5J1Ys&feature=youtu.be
 




 

19 komentar:

  1. saya ingin bertanya selain sabun , adakah senyawa lain yang dapat membuat minyak dan sabun menjadi 1 ?

    BalasHapus
  2. Apa yang sulit dari materi tersebut dan kenapa anda memilih alat peraga tersebut? Jelaskan!

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang sulit dari materi reasi kimia adalah pemahaman konsep, karena klw hanya kita menyajikan materi saja maka tidak akan seefektif melihat langsung melalui percobaah

      Hapus
  3. Kandungan apa yang terdapat dalam sabun sehingga bisa membuat minyak dan air bersatu? Prinsip apa yang digunakan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sabun adalah satu senyawa kimia tertua yang pernah di kenal .Sabun di buat dari campuran senyawa alkali (NaOH,KOH) dan minyak( Trigliserida). Trigliserida terdiri dari tiga gugus asam lemak yang terikat pada gugus gliserol. Asam lemak terdiri dari rantai karbon panjang yang berakhir dengan gugus asam karboksilat pada ujungnya. Gugus asam karboksilat terdiri dari sebuah atom karbon yang berikatan dengan dua buah atom oksigen. Satu ikatannya terdiri dari ikatan rangkap dua dan satunya merupakan ikatan tunggal. Setiap atom karbon memiliki gugus asam karboksilat yang melekat, maka dinamakan “tri-gliserida”. Apabila trigliserida direaksikan dengan alkali (sodium hidroksida atau kalium hidroksida), maka ikatan antara atom oksigen pada gugus karboksilat dan atom karbon pada gliserol akan terpisah. Proses ini disebut “saponifikasi”. Atom oksigen mengikat sodium yang berasal dari sodium hidroksida sehingga ujung dari rantai asam karboksilat akan larut dalam air. Garam sodium dari asam lemak inilah yang kemudian disebut sabun, Sabun mempunyai sifat membersihkan. Sifat ini disebabkan proses kimia koloid, sabun (garam natrium dari asam lemak) digunakan untuk mencuci kotoran yang bersifat polar maupun non polar, karena sabun mempunyai gugus polar dan non polar. Molekul sabun mempunyai rantai hydrogen CH3(CH2)16 yang bertindak sebagai ekor yang bersifat hidrofobik (tidak suka air) dan larut dalam zat organic sedangkan COONa+ sebagai kepala yang bersifat hidrofilik (suka air) dan larut dalam air.
      Non polar : CH3(CH2)16 Polar : COONa+
      (larut dalam miyak, hidrofobik, (larut dalam air, hidrofilik,
      memisahkan kotoran non polar) memisahkan kotoran polar)
      Molekul-molekul sabun terdiri dari rantai hidrokarbon yang panjang dengan satu gugus ionik yang sangat polar pada salah satu ujungnya. Ujung ini bersifat hidrofilik (tertarik atau larut dalam air) dan ujung rantai hidrokarbon bersifat lipofilik (tertarik atau larut dalam minyak dan lemak). Pengotor umumnya melekat pada pakaian atau badan dalam bentuk lapisan minyak yang sangat tipis. Jika lapisan minyak ini dapat dibuang, partikel-partikel pengotor dikatakan telah tercuci. Dalam proses pencucian, lapisan minyak sebagai pengotor akan tertarik oleh ujung lipofilik sabun, kemudian kotoran yang telah terikat dalam air pencuci karena ujung yang lain (hidrofilik) dari sabun larut dalam air, prinsip yang digunakan adalah prisip saponifikasi

      Hapus
  4. Apakah dengan menggunakan media tersebut materi yang anda jelaskan sudah terampaikan dengan baik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya belum dapat tersampaikan dengan baik,perlu juga disertai dengan penjelasan oleh guru,dan akan lebih baik jika ditampilkan dengan menggunakan multimedia dimana dapat mecontohkan hukum gay lussac dan koloid lebih jelas lagi. kelebihannya adalah harganya terjangkau dan siswa dapat mempraktekkannya langsung.

      Hapus
  5. menurut saya sudah cukup bisa, karena dengan percobaan kimia yang kami lakukan tersebut, siswa dapat melihat secara langsung, serta alat dan bahan yang digunakanpun juga familier bagi siswa

    BalasHapus
  6. apakah terdapat perbandingan tertentu dalam mencampurkan minyak dan sabun sehingga terbentuk larutan koloid?? jika iya, berapakah perbandingannya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya tidak ada perbandingan tertentu dalam mencampurkan minyak dan sabun sehingga terbentuk larutan koloid, karena saat sabun dan minyak dicampurkan maka akan teremulsi, maka terbentuk koloid

      Hapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. apakah yang menjadi latar belakang anda membuat media ini dalam menyampaikan tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang menjadi latar belakang kami membuat media ini dalam menyampaikan tersebut adalah karea sulitnya siswa dalam memehami konsep, jadi akan dapat tersampaikan dengan baik,perlu juga disertai dengan penjelasan oleh guru,dan akan lebih baik jika ditampilkan dengan menggunakan multimedia dimana dapat mecontohkan hukum gay lussac dan koloid lebih jelas lagi. kelebihannya adalah harganya terjangkau dan siswa dapat mempraktekkannya langsung.

      Hapus
  9. bagaimana jika suatu alat peraga yang kita pilih atau digunakan membuat siswa bingung dan sulit memahami materi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. agar hal tersebut tidak terjadi, maka kitasebagai guru selain menampilkan media tersebut juga memberi penjelasan yang sinkron dengan media yang kita gunakan.

      Hapus
  10. Dari media yang Anda gunakan materi koloid yang bagaimana yang ingin Anda sampaikan kepada siswa saya belum mengerti?

    BalasHapus
  11. bagi siswa yang belum mengerti, maka guru sebaiknya menjelaskan materi koloid yang sekiranya agak rumit dan sulit dipahami, kan seperti yang kita ketahui setiap siswa memiliki modalias belajar yang berbeda.

    BalasHapus
  12. Bagaimana dengan siswa yang kurang mampu memahami atau sulit untuk mengerti tentang mmateri tersebut, apakah seorang guru memang harus menjelaskan materi yang rumit dan sulit dipahami, Tolong jelaskan maksud jawaban anda ?

    BalasHapus